Sudah 2 hari ini aku merasa takut, setiap kali teman2 di kantor tugas luar. Sebenarnya aku tidak sendiri, di bawah, di lantai satu itu warnet dengan 28bh PC-masih dibawah satu atap dengan kantor tempatku bekerja. Yang harus dipertanyakan adalah...mengapa aku ketakutan ? ini siang hari, terang benderang...semua lampu dinyalakan...so? masalahnya dimana...
Setelah pimpinan perusahaan memintaku untuk membawahi warnet di bawah, aku coba mulai banyak melibatkan diri bertemu dengan OP (operator), ada 3 orang OP disini karena warnet beroperasi 24jam penuh. 1 orang OP kami jadikan ketua, karena kami lihat dia lumayan berpotensi, kami beri doi tanggung jawab sedikit lebih dibanding 2 orang temannya.
Sejak awal tugas-tugas OP sudah jelas, hak-hak mereka apa saja, kewajiban mereka apa saja, selain kejujuran, kerajinan kami menuntut mereka menjaga kebersihan & ketertiban di warnet. Tapi ternyata anak2 muda yang mampir ke warnet kami tidak semuanya murni membutuhkan jasa warnet, sebagian dari mereka entah datang dari mana justru menjadikan warnet itu sebagai tempat tinggal.
Berbagai cara kupakai untuk membuka mata & hati mereka bahwa ini adalah warnet, tempat usaha, ruang kerja, ternyata bukan perkara mudah, suliiiiit bagiku tuk membuat mereka mengerti. Mereka berfikir ada tempat untuk tinggal, menginap, mandi, istirahat...haaaa? kami tidak membuka penginapan, hotel, homestay...dlll....
Anehnya mereka lebih garang dibanding aku si-pengelola...suatu malam ada beberapa pemuda datang entah bagaimana awalnya mereka bergumul, bertengkar dan berbau alkohol....lalu....brak! LCD diatas meja jungkir balik nyungsep ke lantai, ampyuuuuun....
Saat aku menulis curahan hatiku ini, seorang pemuda tertidur lelap diujung tangga, beberapa pemuda menyelipkan badannya menggeletak di ruang dapur lantai satu disebelah toilet. 1 buah pot besar bambu hias kuletakkan diujung tangga, mereka menggesernya ke pojok, setiap hari slalu saja si pot bambu itu berpindah tempat. Aiiih... aku belum menemukan resep yang tepat tuk mengatasi masalah ini....
Pemimpi
Kamis, 24 Mei 2012
Awal
Dalam segala hal sebelum semua berlanjut atau berakhir, mesti ber-awal, di-awali....aaah...apalah itu yang kumaksud adalah inilah awal dari anganku untuk bisa mojok menuangkan semua yang aku rasakan dan pikirkan...
Karena seperti kata pepatah, untuk mencapai 1000 langkah kita harus memulainya dengan langkah pertama...langkah awal...yuk, mareee...kita lanjutkan....
Karena seperti kata pepatah, untuk mencapai 1000 langkah kita harus memulainya dengan langkah pertama...langkah awal...yuk, mareee...kita lanjutkan....
Langganan:
Postingan (Atom)